di Kedalaman hati

sekelumit cerita tentang sebuah rasa

lupa

with 2 comments

Saya sudah jarang membaca buku dan lupa bagaimana asyiknya membaca! Siyyaaal.

Dulu, saya bisa melahap Harry Potter (yang versi asli..entah mengapa yang versi Indonesia nggak se-rame yang berbahasa Inggris..nasionalisme saya patut dipertanyakan memang..) hanya dalam tempo 5 jam saja.

Lalu tetraloginya Bung Pram sanggup saya selesaikan sehari penuh. Dan paling tidak dalam satu hari saya bisa membaca tiga judul buku. Yah, karena membaca merupakan kebutuhan otak; saya jadi terangsang untuk berpikir..dan menghayal.

Eh, kemarin begitu Rectoverso dari Dee keluar, saya hanya sanggup membaca beberapa judul. Sesudah itu saya bosan dan capek. Kok mirip baca cerpen di Femina atau majalah Gadis ya (bukan maksud saya menghina cerpen di kedua majalah tersebut).

Saya nggak bisa mengerti ‘isi’ dibalik tulisan Dee tersebut-jika ada. Bagi saya isinya hanya soal cinta-cintaan-yang dituliskan dengan ehm terlalu mudah dimengerti tanpa membuat kening saya berkerut. Saya merasa…datar, biasa aja, standar.

Tapi mungkin itu cuma saya saja ya. Karena memang saya sudah jarang membaca, jadi ‘bingung’ memahami isi suatu tulisan. Apalagi kalau harus menulis:

saya lebih lupa lagi caranya.

Sial.

Ps. Perbincangan hari ini dengan Babeh.

Babeh: ..kalau bawa air zam-zam kan cuma boleh satu jerigen. Nah, kalian tahu caranya orang di desa kalau pulang haji dan harus ngebagiin air zam-zam buat tetangga?

Sari dan Tejo: Eh? Gimana emang Beh?

Babeh: Tuang aja isi jerigennya ke sumur desa, hahahaha. *dengan penuh kemenangan..

Sari dan Tejo: ….

Written by hapsarisekaradi

December 14, 2008 at 2:17 pm

Posted in sedikit cerita

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. perbincangan babeh, sari dan tejo nya..menghibur..hehe

    sab

    December 21, 2008 at 6:22 pm

  2. hehehe..iyah, babeh emang suka aneh.

    hapsarisekaradi

    December 24, 2008 at 2:12 pm


Leave a Reply