di Kedalaman hati

sekelumit cerita tentang sebuah rasa

Kelemahan Saya…

with one comment


Biasanya, saya makan sedikit sekali, takut gemuk, hehe. Tapi memang nggak ada yang sempurna. Beberapa tempat berikut ini adalah kelemahan saya (walaupun nasinya cuma 1/2 atau 1/4 porsi ^^):

1. Bebek goreng, Bebek Ali, di depan RS Boromeus (nggak tau nama jalannya)

Saya suka sekali karena bebeknya digoreng nggak terlalu garing dan dagingnya empuk. Apalagi ditambah sambal dan kol goreng, aduduh beneran nggak tahan deh. Ibarat kata ni (halah bahasanya..) jika Mas Ali hanya buka dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore, maka kemungkinan besar utang saya bakal bertambah banyak di bulan Ramadhan ini, hehe.

2. Sate Buntel, Sate Kambing Solo, sejajar sama Blend (lagi-lagi nggak tau nama jalannya)
Menurut saya, sate Buntelnya lebih enak dari Gino. Belum pernah nyobain sate buntel? Ah, yang bener aja… Sate buntel itu sate yang terbuat dari daging cincang dibungkus dengan lemak. Di tempat ini, sate kambingnya nggak terlalu prengus (bau kambing) dan dagingnya lebih enak. Hmm, di Gino, kadang, satenya terasa seperti sate sisa dari hari kemarin yang dipanasin lagi.

3. Sop Buntut Goreng Marphie, Sentra Kampus, Ciumbuleuit (yang ini saya tau nama jalannya ;p)
Semuanya pas: kuah sop-nya, rasa dagingnya (asin), dan harganya. Tapi, banyak teman saya lebih suka Sop Buntut Goreng Dahapati yang dagingnya diberi bumbu manis, mirip iga bakar di Si Jangkung tapi minus rasa kare–yang sebenarnya memang enak juga sih, huehehehe.

4. Yamien Manis Baso, Mie Jakarta, Ciumbuleuit
Pada awalnya saya nggak suka makan di sini. Rasanya, hmm, beda–khas makanan Cina gitu deh. Tapi lama-lama saya malah jadi ketagihan. Walaupun sempat ada indikasi mie ini menggunakan minyak babi saya tetap tidak peduli. Lha wong tante yang jual bilang, “Nggak, nggak ada babinya…”. Ya, saya percaya saja.

5. Cheeseburger, Mr. Moo, Aquarius Dago belok kiri (coba ya, bikin nama jalan jangan yang susah diingat..)
Wah, gara-gara burger yang satu ini entah berapa kali saya nyaris membatalkan puasa. Rotinya nggak terlalu keras kayak Klenger Burger. Daging untuk burgernya juga enak–bikin sendiri kayaknya. Dan ukurannya cukup membuat perut kenyang. Ditambah double-cheese yang meleleh di mulut… Ah, silahkan coba sendiri saja.

6. Blueberry Cheesecake, Cizz, Jl. Riau (Eh, apa Laswi ya? Haha)
Yah, saya memang nggak pernah makan satu dan habis sih, keburu eneg. Tapi paduan keju, cake dan blueberrynya memang terasa memanjakan lidah. Dulu New York Cheesecakenya Avenue sempat hampir mengalahkan BC-nya Cizz. Tapi nggak tau kenapa sekarang-sekarang ini kualitas rasanya turun. Cakenya nggak se-keju itu lagi dan jadi agak keras. Jadi untuk saya, BC-nya Cizz masih juara deh.

7. Jumbo Dragon Roll, Sushi Tei, Jl. Sumatra
Dulu, saya paling nggak bisa makan sushi. Tapi Jumbo Dragon Rollnya Sushi Tei mengubah itu semua. Cuma satu kata untuk mendeskripsikan rasanya: Ma’nyusss. Saya sama sekali nggak keberatan bayar mahal demi menikmati satu porsinya! Haha, I blame you for this, Teph…

8. Ayam Bakar, Rumah Makan Padang yang di sebelah Dreko–nulisnya gimana sih?–tempat main PS di Ciumbuleuit
Ayam bakarnya ENAK BANGET, lebih enak dari RM. Padang kesukaan Tephy yang dibelakang Telkom itu.

9. Bola Ubi, Jl. Gardujati (dekat yang jual Wedang Ronde) atau yang di Paskal Hypersquare
Makanan basa basi. Daripada makan Cimol, Cilok, Cireng dan sejenisnya, walaupun sama-sama kurang bergizi, lebih baik makan Bola Ubi ini. Lebih enak, harus dicoba, haha!

10. Ayam Bengawan, Jl. Riau
Wah, sudah sejak lama keluarga saya suka sekali sama ayam yang satu ini. Ayamnya dibumbu kecap (kayaknya, hehe, pokoknya warnanya hitam), dimasak dengan cara khusus (ada rasa arang tapi nggak dibakar), dengan bumbu yang meresap sampai ke dalam dan sambal yang rasanya khas. Untuk makanan yang satu ini, saya nggak peduli sama berat badan dan bisa menghabiskan satu ekor ayam sendirian!

11. Plecing Kangkung, Ayam Taliwang Bersaudara (kalo nggak salah), Jl. Citarum
Ayam Taliwangnya sih rasanya biasa banget, tapi plecing kangkung dan sambalnya: TOP MARKOTOP!!!

12. Es Krim Keju, My Ice Cream, Jl. Ekologi
Cukup dengan dua scoop es krim ini, hati pun menjadi gembira ^^

Written by hapsarisekaradi

September 27, 2007 at 5:44 pm

Posted in iseng

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. TFS Mbak… fotonya dong…

    paulinapradani

    February 9, 2009 at 10:06 am


Leave a Reply