di Kedalaman hati

oleh-oleh dari Petak Sembilan dan sekitarnya [foto 2]

Posted in cerita foto by hapsarisekaradi on May 16th, 2008

Ini diambil di pintu keluar sebuah gedung tua-menyeramkan-gelap-dengan bau tidak sedap, yang menurut Tephy, “Ini jalan pintas kalau mau ke Kota Tua dari Petak Sembilan, Jeng.”

Nggak lagi-lagi deh….

berarti?

Posted in hormonal thing by hapsarisekaradi on May 15th, 2008

“Itu artinya, hmm, positif kamu jadi ke Kanada?”

“Sepertinya sih iya…”

Saya kemudian terdiam. Kata menolak keluar dari mulut yang membuatnya bisa dimengerti; tertambat di tenggorokan. Saya mau muntah.

“Ya udah. Hmm, baik-baik deh hari ini,” kata saya pada akhirnya.

***

Hhh, katakan Tuhan, adakah do’a semalam berarti?

Tunggu, jangan dijawab dulu;

saya mau muntah.

Warga Negara Indonesia

Posted in sedikit cerita by hapsarisekaradi on May 15th, 2008

Apa sih indikator dari ‘Warga Negara Indonesia yang baik’?

Hmm, ketika masih duduk di bangku sekolah-bahkan sampai kuliah-saya selalu jengkel ketika mengikuti mata pelajaran PMP, PPKN, Kewarganegaraan atau apapun istilahnya. Karena rasa-rasanya kok kita malah ikut kelas pembodohan. Pertanyaan dan pernyataan yang diberikan terkesan mendikte, memaksa, dan hanya memiliki satu jawaban yang dianggap benar bin bagus bin harus dipilih. Misalnya saja pertanyaan di bawah ini-saya lupa kata-kata persisnya-yang membuat saya dimarahi guru PPKN semasa di SMA: *hiks*

“Upacara Bendera yang dilakukan setiap Senin pagi merupakan cara penghormatan kita pada bangsa Indonesia dan jasa para pahlawan. Setujukah Anda dengan hal tersebut? Apa alasannya?”

Ya saya jawab saja:

“Saya kurang setuju. Karena menurut saya ada banyak cara yang lebih baik untuk menghormati bangsa dan para pahlawan selain dengan berpartisipasi pada upacara bendera yang dampaknya tidak bisa dirasakan langsung. Cara lain yang bisa dilakukan, misalnya saja, dengan mengadakan penggalangan dana untuk para pahlawan yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.”

Dan saya pun mendapat teguran untuk jawaban di atas, katanya, “Kamu tidak punya rasa nasionalisme. Ganti jawabannya.”

Hhh, yah mungkin untuk sebagian orang Upacara Bendera bisa meningkatkan rasa nasionalisme, tapi tidak untuk saya. Dan lagi pertanyaan itu tampak konyol. Mungkin seharusnya saya menjawab, “Saya sangat setuju, karena itu merupakan salah satu cara penghormatan kita pada bangsa Indonesia dan para pahlawan.” (??!!) See, PEMBODOHAN.

Sekian tahun berlalu, ternyata soal-soal PPKN atau apapun istilahnya sekarang tidak juga berubah. Saudara sepupu saya yang masih duduk di kelas satu SD, diberi pertanyaan:

“Jika Ibu sedang menyapu di halaman, apa yang akan Anda lakukan? Pilih satu dari jawaban di bawah ini!”
a. Bermain Bola
b. Membantu Ibu
c. Menonton TV
d. Tidak melakukan apa-apa.

Jawaban saudara saya:

c. Menonton TV

Dan ya, dia kena marah untuk jawaban jujurnya itu.

Karena itulah, setiap ditanya, “Kamu bangga jadi WNI, Sar?” saya pasti terdiam. Bingung. Apa yang harus saya banggakan dari negara yang membodohi rakyatnya sendiri? Apa ini berarti saya bukan WNI yang baik??

Yah, walau kalau di ingat-ingat, saya pernah sih merasa bangga menjadi WNI, yaitu:

ketika Susi Susanti mendapatkan emas di Olimpiade. Entah mengapa, ketika mendengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan kok ya BANGGA LUAR BIASA gitu. Saya pun menangis bombay, terharu, hahahahahaha.

Saya ingin merasakan itu lagi, rasa bangga jadi WNI, karena itu…

besok mau nonton pertandingan semifinal Thomas!!!!! Hahahahahaha.

Ditambah lagi, Indonesia akan berhadapan dengan Korea Selatan! Fufufufufufufufufu *ketawa jahat di komik-komik*

Yah, untuk mereka yang dekat dengan saya dan Ririn, pasti tahulah alasannya kenapa kami berdua sangat menantikan pertandingan besok :p

Jadi kawan-kawan, sampai berjumpa besok di lapangan! Dan semoga kita bisa jadi warga negara yang lebih baik karenanya. *amin*

ps. walau masih belum dapat tiket ni. Masih deg-degan menunggu besok, hiks hiks…

up date: Anjjiisss emang ya panitia Thomas-Uber 2008. Nantikanlah postingan berikutnya berdasarkan reportase langsung dari Ririn di lapangan! [Dan foto-foto eksklusif tentunya, hahahahaha.]